Senjata Tradisional Jawa Timur

Senjata Tradisional Jawa Timur – Setiap daerah di Nusantara memang memiliki kebudayaannya masing-masing, salah satunya yaitu peninggalan senjata-senjata tradisional. Tak terkecuali Jawa Timur, ada banyak senjata-senjata tradisional yang dimiliki oleh Jawa Timur yang cukup populer. Dulunya senjata-senjata ini sering digunakan untuk aktivitas-aktivitas sehari hari seperti berburu, berladang, hingga melindungi diri. Kini senjata-senjata tradisional ini menjadi identitas bagi bangsa Indonesia sehingga semakin memperkaya kebudayaan yang ada di Nusantara. Nah kali ini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai senjata-senjata tradisional yang dimiliki Jawa Timur.

Nama Senjata Adat Jawa Timur dan Penjelasannya

  1. Keris

 

Senjata Tradisional Jawa Timur keris

Sama halnya dengan senjata-senjata tradisional lainnya dari tanah Jawa, Jawa Timur juga memiliki senjata keris yang cukup populer. Sampai saat ini, belum diketahui kepastian awal mula keberadaan senjata keris di daerah Jawa Timur. Namun senjata ini sudah ada di jaman kerajaan Pajajaran dan Majapahit di abad ke-11. Senjata keris ini memang sudah cukup terkenal di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan masyarakat Jawa dan Madura. Di masa lalu, senjata keris seringkali digunakan untuk berperang dan berburu. Namun saat ini, kebanyakan keris digunakan sebagai hiasan dalam acara pernikahan maupun digunakan orang-orang keraoin. Hal ini biasanya kebanyakan terjadi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Keris termasuk salah satu senjata tikam dengan ujungnya yang runcing serta memiliki mata pisau di kedua sisinya.

Pembuatan keris sendiri memang cukup sakral dalam prosesnya, sang empu pembuat keris harus memilih hari Sabtu Wage, Jumat Pon, dan Ahad Kliwon. Selain itu, terdapat pantangan-pantangan yang harus dihindari bagi pembuat keris, yaitu setelah 3 hari kelahiran dari orang-orang-orang yang membuat keris menjadi hari Naas. Dan di bulan Muharram hingga bulan Maulud, juga menjadi pantangan saat proses pembuatan keris. Selain itu, dalam pembuatan keris juga harus dilengkapi dengan penyerahan sesaji-sesaji. Hingga saat ini sudah banyak empu-empu yang sudah mampu membuat keris pusaka yang kualitasnya tak kalah bagusnya dibandingkan dengan keris pusaka buata dari empu zaman dulu. Bahkan saat ini kualitas keris dari empu Kabupaten Sumenep sangat diminati untuk dikoleksi bangka ke tingkat dunia.

  1. Buding

Senjata tradisional Jawa Timur ini memiliki fungsi sebagai alat yang digunakan untuk membantu kegiatan sehari-hari bagi suku Using di daerah Banyuwangi. Buding ini digunakan sebagai alat untuk menjaga diri dari serangan musuh serta ancaman-ancaman lainnya. biasanya buding dilengkapi dengan sebuah sarung pelindung. Untuk ukuran buding sendiri sekitar 46,5 cm (termasuk sarung pelindungnya), untuk pegangan berukuran 18 cm, sarung berukuran 29 cm, dan hiasan sarung berukuran 10 cm.

Baca Juga:   Senjata Tradisional Sumatera Utara

 

  1. Clurit

Senjata Tradisional Jawa Timur

Bagi masyarakat Madura, senjata clurit ini menjadi sesuatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari budaya dan tradisi yang dimiliki suku Madura. Senjata clurit ini meiliki bilah yang bentuknya melengkung, bentuk ini lah yang kemudian menjadi ciri khas dari Clurit. Senjata Clurit sering dijadikan sebagai senjata carok bagi Suku Madura. Clurit memang sudah melegenda sejak jaman dahulu karena biasa digunakan oleh Sakera, tokoh yang cukup terkenal pada zaman tersebut. Biasanya masyarakat Madura memasukkan khadam (makhluk gaib) ke dalam clurit sehingga cukup dituahkan. Namun sebenarnya fungsi utama dari clurit ini dijadikan sebagai alat pertanian. Menurut jenis dan ukuran, senjata clurit terbagi menjadi 2 jenis antara lain adalah:

  • Celurit kembang turi
  • Celurit wulu pitik atau bulu ayam

Struktur senjata celurit sendiri memiliki pegangan atau gagang yang terbuat dari bahan dasar kayu. untuk jenis kayu yang digunakan memang cukup beragam, mulai dari kayu stingi, ayu kembang, kayu temoho, kayu jambu klutuk, dan jenis kayu lainnya. Pada ujung gagang celurit terdapat tali yang panjangnya berukuran 10-15 cm yang memiliki fungsi sebagai pengikat celurit. Di bagian ujung gagang, biasanya terdapat cerukan atau ulir dengan kedalaman 1-2 cm.

Bias anya celurit juga dilengkapi sarung, biasanya sarung yang digunakan terbuat dari kulit kerbau tebal ataupun menggunakan kulit sapi. Sarung celurit ini biasanya dibuat sesuai bentuk bilah celurit yang melengkung. Untuk sarung celurit, biasanya hanya dijahit ¾ dari bagian ujung celurit, hal ini dilakukan agar celurit bisa mudah dan cepat ditarik dari sarungnya. Umumnya, sarung celurit dilengkapi dengan ukiran-ukiran sederhana. Bilah celurit ini menggunakan bahan dari berbagai macam jenis besi. Biasanya digunakan besi yang kualitasnya bagus yaitu besi stainless ataupun besi dari bekas rel keretap api, besi bekas mobil, maupun besi bekas jembatan.

  1. Bionet

Senjata tradisional lainnya dari Jawa Timur adalah Bionet, senjata tradisional ini memiliki bentuk yang lurus. Bagian kedua sisinya tidak begitu tajam dengan panjangnya yang menyerupai pedang. Dibandingkan senjata lainnya, bionet memang memiliki ujung yang lebih runcing jika dibandingkan dengan senjata lainnya. Sejarah awal dari senjata Bionet ini adalah digunakan untuk senjata berperang, membabat, menusuk, dan yang paling utama dijadikan sebagai senjata melindungi diri dari ancaman dan serangan musuh. Namun dalam perkembangannya, bionet ini memiliki fungsi sosial bagi masyarakat Jawa Timur.

  1. Caluk

Senjata Tradisional Jawa Timur Caluk

Caluk menjadi senjata tradisional lainnya dari Jawa Timur yang juga cukup populer. Bentuknya mirip seperti golok panjang, akan tetapi dilengkapi lengkungan di bagian uju senjata dan terdapat kapak di bagian tengahnya. Bisa dikatakan jika senjata tradisional yang satu ini cukup unik. Senjata tradisional ini memang jarang digunakan, bahkan dapat dikatakan sebagai benda pusaka yang cukup langka keberadaannya. Caluk memiliki ukuran 1 meter lebih seperti ukuran pada glok. Salah satu caluk yang cukup terkenal pada zaman tersebut adalah caluk Trantang, nama tersebut diambil dari empu pembuat caluk tersebut yaitu Ki Trantang yang pada saat tersebut tinggal di Kec. Rengel, Kab Tuban, Jawa Timur.

  1. Kudi

Senjata Tradisional Jawa Timur Kudi

Senjata kudi ini sebenarnya hapir mirip dengan senjata tradisional Jawa Barat yaitu Kunjang. Orang jawa biasanya mengenal Kudi dengan sebutan Gaman yang memiliki arti serba bisa. Senjata tradisional Jawa Timur ini merupakan alat yang dapat digunakan dalam hal apapun, sehingga dapat dikatakan jika Kudi merupakan alat serba bisa yang digunakan oleh masyarakat pedesaan pada zaman tersebut. Masyarakat Jawa mempercayai dengan adanya gaman dapat “nguripi” atau menghidupi segala situasi dan kondisi di masyarakat pedesaan. Misalnya saja, dengan adanya kudi maka anda bisa mencari makan meskipun tidak memiliki uang. Kudi dapat digunakan sebagai alat untuk mencari kayu bakar yang kemudian dapat dijual. Dengan adanya kudi, masyarakat dapat melakukan berbagai macam hal, mulai dari berburu, mencari kayu, mengukir objek bamboo atau kayu, maupun dijadikan senjata saat membela diri.

Baca Juga:   Senjata Tradisional

Nah itu tadi 6 senjata tradisional yang dimiliki oleh Jawa Timur yang hingga kini tetap harus tetap terjaga dengan baik. Meskipun beberapa mungkin sudah mulai langka, namun sudah menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk melestarikan hingga ke generasi berikutnya. Semoga informasi diatas bermanfaat bagi anda.

Leave a Comment